Legenda
Minggu, 07 Agustus 2011 07.00
a story by
Calfin Murrin 12 IPS 1
“Hoi cupu! Mana motor lo! Dasar anak tukang pos!”
Tomi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berlalu. Sudah terbiasa baginya mendengar olok-olok temannya. Itulah konsekuensi yang diterima Tomi setelah menerima beasiswa dari sekolah Brembo Sakti.
“Yah, beliin motor…,”sambil menangis ”Aku malu Yah!”
“Yang sabar ya nak, tunggu ayah ada rezeki lebih.”
“Ahhh, kelamaan Yah!”
Dengan moncong manyun dan gaya menye-menye, Tomi membanting pintu, “Ayah gak pernah ngertiin aku!”
“Bang! Tunggu, Bang!” dengan cekatan, Tomi melompat masuk ke truk sapi tetangganya. Dengan cara inilah dia dapat tiba di sekolah dengan cepat, menumpang truk sapi lebih mudah daripada harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer. Tak heran bau keteknya sering bercampur dengan bau tahi sapi. Itulah mengapa Tomi termasuk anak kuper di kelasnya.
“Tom, belilah motor tu. Bau nian ketek kau ni!” protes Santi dengan logat jambinya yang kental, “Mulai sekarang dak usa dekat-dekat aku lagi! Cuih!”
BRAKKK… Hati Tomi pun patah seribu keping, ia menangis sejadi-jadinya dan langsung pulang kerumah sambil berlari-lari di bawah guyuran hujan (sinetron abessss).
“Oh Tuhan, mengapa kau tidak adil padaku! Mengapa, oh mengapa? Aku cuma mau sebuah motor, susah amat,” teriak Tomi sambil mengacung-acungkan kutang, eh tangan maksudnya.
Jger! Tiba-tiba langit terbelah dua, bumi gonjang-ganjing, topan beriring, dan gigi palsu beterbangan.
“Oh anakku, tak perlu sedu sedan itu. Aku adalah binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang. Aku! Ingin hidup seribu tahun lagi,” bukan kata Tuhan, tapi tukang ojek di perempatan sedang melafalkan puisi Aku, Chairil Anwar.
Dengan berlinang air mata bercampur upilnya, Tomi mendekati tukang ojek itu, mengeluarkan goceng lecek dari kaos kakinya dan berkata,” Bang, lima ribu dapat apa ya?”
Dengan muka berbinar-binar seperti kucing lapar, tukang ojek itu menyodorkan sebuah kunci berukirkan naga cebok didalamnya. “Ini nak, saya ikhlaskan. Saya gak tahan liat mukamu yang SNSD itu.” (Sedih Nestapa Suram Derita)
“Ini kunci apa Pak? Kunci WC ya? Saya lagi gak pengen ke WC Pak.”
“Bodoh!”, sambil menjitak Tomi,” Emang tampang saya tampang penunggu WC? Ini kunci motor saya. Tadi kamu teriak-teriak minta motor kan?”
“Macacih qaqa?” dengan muka mesum bermain-main mata.
-___- “Terserah deh. Mau ambil, nggak sudah.”
Akhir kata, Tomi pun membawa pulang motor itu. Motor Legenda keluaran Honda tahun 1988. Di jalan, motor itu sempat ngandat beberapa kali dan menembakan asap hitam mirip kebakaran hutan ke udara.
“ Weh! Tombol apaan ne?” sembari meraba tombol yang ada di bawah joknya.
Cetttt. Tiba-tiba motor itu berubah menjadi sejenis motor BETMEN dan dapat melaju hingga 250km/jam. “Woi! Gilak! Motor apaan ne?” sembur Tomi dengan muka tak berbentuk sanking kencangnya angin yang menerpa seperti iklannya si Komeng.
Brum Brum Tomi memacu kencang motor Legendanya seperti cahaya menuju ke sekolah. “Woi coy! Gue udah ada motor ne! Hahahaha”
“Eh siapa sih itu? Dia lagi ngomong sama kita ya?”, tanya Abdul pada Jamal si ketua geng EF-SEK. Mereka adalah geng penguasa sekolah Brembo Sakti. EF-SEK adalah singkatan dari Four Pesek, yang beranggotakan empat orang pesek yang sangat tajir dan memiliki motor-motor keren.
“Eh lo siapa sih? Berani-beraninya manggil kita. Lo mau apa?” teriak Jamal sangar.
“Ne gue, Tomi. Gue mau gabung ne sama kalian? Boleh nggak?”
“Tergantung, lo punya motor apa. Kalo lo ga punya apa-apa lebih baik lo pergi aja deh dari sini. Nyesekin pemandangan aja.” Sahut Mustapa dengan sinis.
“Jangan bilang itu motor lo!” tanya Ruslan sambil menunjuk motor yang sedang ditunggangi Tomi.
“Ya ini motor gue, tapi lo pada harus liat ini,” Cetttt ditekanlah tombol dibawah joknya dan berubahlah motor buruk rupa tadi menjadi seperti motor BETMEN.
“…, ”mereka terdiam sejenak dengan muka bodoh, “WAH GILA BRO!! bener-bener deh, mantap sekali ni motor. Okeh lo resmi jadi anggota kita. Mulai sekarang nama kita jadi FE-SEK,” kata Jamal sembari menyalami Tomi.
Hari-hari berlalu dan kelakuan Tomi semakin parah. Dia menjadi sering bolos, jahat, sombong dan yang paling parah penyakit bau keteknya enggak hilang-hilang. Ia pun sering melawan satpam di sekolah karena membawa motor gebleknya ke sekolah.
“Nak Tomi, berhenti sebentar,” sahut Pak Jitok, “Sudah berapa kali saya bilang, motor ini tidak boleh masuk area sekolah sebelum kamu ganti menjadi sedia kala.”
“Diam sajalah Pak! Ini urusan saya. Motor-motor saya,” tungkas Tomi dengan kata-kata kasar.
“Kamu memang sudah berubah menjadi anak yang kurang ajar, Tom. Nanti saya akan memberitahu guru-guru tentang masalah ini. Ini akan menjadi pertimbangan untuk tidak menaikan kamu.”
“Terserah bapak aja deh. Asik gak asik yang penting Mintz,” kata Tomi sambil berlalu.
Dan tibalah saatnya penerimaan rapot kenaikan kelas. Inilah saat dimana setiap orang merasa cenat cenut kecuali Tomi. Dengan sombongnya dia pergi ke sekolah dengan motor gebleknya itu.
Sesampainya di sekolah banyak orang-orang melihat Tomi dengan pandangan aneh. Tomi yang menganggap dirinya paling maho seantero negri tetap melenggang masuk ke ruangan keramat itu dengan pedenya.
“So? Gimana rapot saya Pak?”, sambil duduk dan mengangkankan kakinya diatas meja seperti orang mau sunat.
“Maaf Nak Tomi tapi Nak Tomi tidak naik ke kelas 12,” ujar Pak Sentot dengan muka datar.
“Hahahaha. Lucu Pak guyonan bapak, mirip sama Sule kalau lagi ngelawak di OVJ,” tawa Tomi dengan muka tanpa ekspresi.
“Saya sedang tidak melawak Tomi.”
Jger! Bumi serasa mau kiamat. Langit tiba-tiba menjadi mendung dan rambut Sule tiba-tiba menghitam.
“Apahhhhh?” teriak Tomi dengan wajah khas sinetron Indonesia.
“Iya nak Tomi. Kamu tidak naik ke kelas 12.”
Tomi segera berlari-lari di bawah guyuran hujan dan menangis. Dia pulang ke rumah dengan penuh penyesalan. Apa daya, nasi telah menjadi lemper dan tidak mungkin berubah menjadi kolak.
“Mak, Tomi tidak naik kelas mak,” kata Tomi dengan air mata berlinang dan menarik-narik ingusnya yang hampir berjatuhan.
“Apahhhh? Sudah lah nak nanti mak akan berbicara sama ayah tentang kelangsunganmu di Galery Masterchef ini,” ternyata emaknya Tomi sudah menjadi korban TV.
Setelah tujuh hari tujuh malam merumuskan masalah dan diselingi dengan menonton BigBro di TrenTV, tibalah saatnya pendeklarasian.
“Kami emak dan ayah, dengan ini menyatakan keputusan terhadap nasib anak kami selanjutnya. Dengan ini kami akan memasukan anak kami ke pesantren di kampung terdekat. Hal-hal yang mengenai pemindahan barang-barang bawaan, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Bebek Ngacir, 30 Juni 2011
Atas nama bangsa Indonesia
Emak/Ayah”
Dan akhir cerita, Tomi pun dibawa orang tuanya ke pesantren untuk menjadi anak yang soleh, beriman, dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan sila pertama.
Label: cerpen
Comments
(0)
Sekedar buat latihan nih :) , makin bnyak latihan makin pintar dan calon mertua bakal makin senang :p
IChO 39 Moscow, Rusia
1.
Soal Teori
2.
Soal Praktek
IChO 40 Budapest, Hungary
1.
Soal Teori
2.
Soal Praktek
Selamat Meningmati
Comments
(0)
Pada tahun 1998 sebuah perusahaan dari Kanada yang bernama Research In Motion (RIM) mengenalkan BlackBerry sebagai telepon genggam, dimana mempunyai kemampuan menyampaikan informasi jaringan data nirkabel yang mengejutkan dunia kala itu. Hal ini dikarenakan terintegrasinya layanan email secara praktis (mobile email) atau lebih sering disebut dengan layanan push e-mail, yakni sebuah layanan untuk memudahkan seseorang menerima e-mail layaknya SMS, sehingga orang tidak harus melakukan kegiatan ritual memeriksa e-mail, karena perangkat ini akan memberikan notifikasi jika ada e-mail yang masuk. Namun pada era itu, ditahun yang sama dimana para konsumen tidak begitu memerlukan perangkat mobile e-mail maka salah satu model pertama 850 tidak begitu berhasil dipasaran.

Tahun berikutnya setelah melakukan pengembangkan RIM mengeluarkan BlackBerry dengan sentuhan model lebih ke model seperti saat ini. Dimensi layar telah mengalami peningkatan dua kali lipat dan dapat menampilkan 6 sampai 8 baris kalimat sehingga lebih memudahkan dalam penggunaan penulisan serta membaca pesan yang disampaikan. Penambahan memori internal juga ditambahkan 2 kali lipat dari 4mb pada model sebelumnya menjadi 8mb yang terintergrasi didalamnya serta membenamkan memory dari 512KB SRAM (memory) ke 1 megabyte penuh. Fitur yang di unggulkan saat itu mampu untuk melakukan sync hingga 10 email pribadi maupun bisnis yang bisa di upgrade. Mulai saat itu RIM terus mengembangkan BlackBerry dari sisi teknologi serta modelnya yang akan berkerja secara jenius di masa depan.
Fenomena Blackberry
Blackberry telah menjadi fenomena. Berbagai kalangan memiliki gadget ini dengan alasan yang berbeda, tidak peduli itu sesuai dengan kebutuhan atau tidak.
APA ya Blackberry itu? Kalau boleh mengutip Wikipedia, Blackberry adalah alat komunikasi nirkabel yang mendukung fasilitas push e-mail, internet, telepon, SMS, semua dalam satu alat. Blackberry adalah sebuah brand yang diciptakan perusahaan Kanada, Research in Motion.
Awalnya, Blackberry digunakan untuk pager dua arah pada 1999. Blackberry sudah memasuki pasar Indonesia lebih dari tiga tahun yang lalu. Namun, awalnya berfokus pada korporat, baru sekarang ini menjajaki pasar ritel. Sejauh ini sudah lebih dari 50 tipe Blackberry yang sudah dan akan beredar di dunia.
Lalu, apa hebatnya Blackberry? Mengapa beberapa bulan terakhir ini kata itu terdengar begitu sering, begitu populer? Mulai dari pebisnis, pejabat, selebritas, sampai siswa SMU tampaknya sudah atau ingin memiliki Blackberry dengan alasan yang berbeda tidak peduli itu sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Jumlah pengguna layanan Blackberry di Indonesia diperkirakan yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor empat di dunia!
Mari kita bahas dari segi teknisnya. Dari segi teknis, keunggulan Blackberry ada di dua hal, setidaknya menurut saya. Pertama adalah kemampuan kompresi file. Artinya adalah, setiap data yang masuk/keluar dari handheld Blackberry mengalami pengecilan ukuran file di server Blackberry.
Kompresi bekerja dengan mulus dan tidak terlihat. Hal itu membuat Blackberry terasa 'sedikit' lebih cepat walaupun kecepatan internet tergantung dari operator dan lokasi. Itu karena jumlah data yang dikirimkan menjadi lebih sedikit.
Kedua, ketahanan baterai. Banyak yang berpendapat Blackberry terasa boros baterai, tapi bila kita bandingakan dengan handheld non-Blackberry yang juga kita aktifkan internetnya terus-menerus, Blackberry masih lebih unggul hampir 25%. Dengan pemakaian berlebih, Blackberry bisa bertahan hidup dengan kondisi internet tersambung terus selama satu hari penuh.
Banyak keuntungan nonteknis yang bisa dibantah. Mulai dari kemudahan pemakaian, pernyataan status sosial, cepat, hingga penghematan biaya mengganti SMS dengan chatting. Tapi itu semua relatif, tergantung penilaian subjektif setiap pengguna. Kalau kita bahas perspektif tiap individu, bisa kita bahas ini mungkin sampai akhirnya Blackberry ketinggalan zaman.
Tingkat ketergantungan pemakai Blackberry sudah luar biasa. Sampai ada pepatah 'Blackberry mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, Blackberry is heaven for business owners, but hell for employees', hingga istilah seperti crackberry yang dinobatkan sebagai word of the year pada 2007.
Blackberry saat ini tidak fokus pada push e-mail saja, tapi ada fasilitas chatting, browsing, sampaisocial networking seperti Facebook dan Myspace. Kedekatan seseorang ke dunia maya sudah tidak terpisahkan akhir-akhir ini. Di sinilah Blackberry berperan besar.
Seseorang bisa membalas e-mail di mana saja, bisa mengambil foto, kirim ke teman di luar negeri dalam sekejap, sampai membalas wall Facebook secara instan!
Layanan inovatif
Tentu para operator tidak mau ketinggalan melihat kesempatan di dunia Blackberry. Kiprah Blackberry di Indonesia pada awalnya ditemani hanya oleh satu operator dan hanya menjamah pasar korporat. Waktu itu, Blackberry yang pertama keluar adalah seri 7xxx. Saat ini fasilitas yang diberikan ketiga operator besar di Indonesia boleh dinilai inovatif. Di Indonesia adalah yang pertama dengan operatornya menyediakan layanan berlangganan Blackberry prabayar, bahkan berlangganan per hari! Walau saat ini layanan Blackberry hanya ada di tiga operator senior di Indonesia, perlu diketahui yang diharapkan ke depan adalah kesiapan operator CDMA untuk menyediakan layanan Blackberry.
Semua tinggal tunggu tanggal mainnya! Teknologi sudah ada, di Amerika pun Verizon sudah siap dengan layanan Blackberry di gelombang CDMA.
Salah satu perbedaan Blackberry dengan handset lain adalah strategi pemasarannya. Blackberry tidak pernah dan tidak akan menjual secara ritel, dikutip dari Research in Motion. RIM sangat bangga dengan kerja sama mereka dengan operator.
Blackberry selalu dijual menjadi satu dengan operator. Di Indonesia, kerja sama dengan Telkomsel, Indosat, dan XL menghasilkan setiap Blackberry resmi yang dijual di Indonesia dijual melalui operator yang lalu menunjuk distributor resminya.
Yang menarik juga untuk diperhatikan adalah cara Blackberry meng-endorse public figure untuk memasarkan produk mereka. Belum pernah kita lihat Research in Motion promosi melalui iklan di media apa pun, yang ada, adalah iklan dari operator.
Cara mereka adalah menunjuk beberapa selebritas, atlet, sampai politisi dan dengan bangga menunjukkan mereka menggunakannya ke publik. Sebut Wulan Guritno, Titi Kamal, Britney Spears, Paris Hilton, sampai Barack Obama pun menjadi pengguna Blackberry. Beberapa dari mereka memang merupakan endorsement dari Research in Motion, tapi beberapa memang sudah menjadi penggemar dengan sendirinya.
Silakan tengok http://www.celebrityblackberrysighthings.com/ untuk melihat siapa saja selebritas yang sudah 'keracunan' Blackberry.
Jadi, bersama Blackberry, selamat datang di dunia maya dan instan. Hati-hati sampai Anda disebut sebagai crackberry. yang berarti Anda sudah menjadi pecandu Blackberry! Ada kecanduan berarti ada rehabilitasi?! (M-2)
Sumber:
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDk5MzQ=Label: info
Comments
(1)
By
@danimore_
Banyak perempuan merintis karirnya setelah lulus SMA atau setelah menyelesaikan kuliahnya. Kebanyakan dari mereka merintis karirnya sebagai model, penulis, psikolog atau seorang juru masak disebuah restaurant ternama.
Tapi bagaimana jika aku lebih memilih menjadi vocalist sebuah band rock?
Namaku Hayley Nichole Ray. Aku tinggal di Franklin, U.S bersama papaku, Joe Ray. Papa dan mamaku telah bercerai. Dan itu adalah hal yang sangat menyakitkan dalam hidupku.
Aku sangat suka bernyanyi, mendengarkan musik, terutama musik yang beraliran rock. Sebagian orang mungkin menganggapku aneh dan mamaku, Nichole salah-satunya. Ia sangat tidak suka pada musik rock dan ia sangat tidak setuju jika kelak aku menjadi seorang vocalist atau sejenisnya. Padahal, aku mempunyai suara yang cukup bagus. Tapi aku punya prinsip, jika aku mempunyai mimpi, tidak seorang pun yang mampu menghentikan langkahku untuk meraih mimpi tersebut.
Pada suatu malam aku bersama sahabat terbaikku sejak kecil, Josh Howard. Kami duduk berdua disebuah tenda dipinggir pantai.
“Apakah kau suka dengan malam ini, Hayley?”
“Yeah, ini salah satu malam terbaikku. Thanks, karena sudah mengajakku ke tempat ini, Josh.”
“Ya, sama – sama, Hayley.”
Josh berdiri dan berjalan menuju mobilnya. Aku kira ia akan meninggalkanku, ternyata ia mengambil gitarnya. Dan ia kembali duduk di sebelahku.
“Kau tahu, Hayley? Aku mempunyai mimpi.”
“Ya, aku tahu. Kau mempunyai mimpi menjadi gitaris paling handal di dunia. Hehehe.”
“Wah, darimana kau tahu, Hayley? Hahaha.”
“Kau sangat sering mengucapkan hal itu sewaktu kita masih kecil, Josh. Hahaha.”
Josh memainkan gitarnya untukku. Dan membuat suasana malam itu semakin harmonis. Dari caranya mengajakku ke tempat ini dan memainkan gitar untukku, aku dapat menilai, Josh adalah laki–laki yang romantis. Dan Josh semakin membuatku bahagia karena dia mengajakku untuk bergabung dengan band-nya yang baru ia bentuk tadi pagi.
“Jadi, bagaimana keputusanmu? Kau mau bergabungkan, Hayley?”
“Aku belum bisa memberi jawabannya sekarang, Josh. Siapa saja personilnya?”
“Teman-teman kita sewaktu SMA. Jeremy, Taylor, dan Zack.” “Apaaa?!? Aku akan menjadi satu-satunya personil perempuan di band iniii dan… Dan apakah mereka mau menerimaku, Jooosh???”
“Tidak apa-apa, Hayley. Tidak ada perbedaan di band ini, semua sama. Aku yakin kau pasti diterima. Kau seorang perempuan, kau pasti dihargai.”
“Oke, aku akan memikirkannya, Josh.”
“Aku akan menunggu jawabanmu, Hayley.”
“Yeah, ayo kita pulang, aku sudah sangat lelah.”
“Oke, aku akan mengantarmu pulang, Hayley.”
****
Keesokan harinya, aku terbangun dari tidurku yang panjang. Masih teringat malam yang indah yang aku nikmati bersama Josh semalam. Tapi tiba-tiba aku teringat oleh mama. Dia tidak pernah setuju jika aku menjadi seorang vocalist band rock. Aku sangat bingung, mama sangat melarangku. Tapi disisi lain, itulah mimpiku. Dan aku ingin bersama Josh.
Tiba-tiba papa masuk ke kamarku dan memberitahu jika mama telah datang dan ingin bertemu denganku. Dan aku berpikir, jika ini adalah waktu yang tepat untuk menmberitahu mama dan papa tentang penawaran Josh tadi malam.
Akhirnya saat-saat dimana aku harus berperang melawan rasa takut dimulai. Aku keluar dari kamar dengan deg-degan. Aku melihat mama dan papa sedang berbincang. Aku rasa mereka sedang bernostalgia. Dan pebincangan itu berhenti setelah mama melihatku.
“Hai, anakku yang cantik. Apa kabar?”
“Hai, ma. Hehehe. Pasti baik dong.”
Mereka duduk di sofa yang terdapat diruang tamu. Dengan posisi saling berhadapan. Jarak mereka dipisahkan sebuah meja.
“Mengapa kau tampak tegang, Hayley?”
“Enggak, ma. Aku cuma mau menyampaikan sesuatu.”
“Apa itu ?”
“Mmmh… Apa yah? Oh yah, aku sayang mama. Hehehe.”
“Sepertinya ada yang lain yang ingin kau sampaikan, Hayley?”
Aku langsung terdiam ketika mama menanyakan hal itu. Tapi aku harus berani mengatakannya. Aku tidak boleh menunda impianku. Dan aku mengatakannya.
“Ma, pa, kemarin… Kemarin Josh menawarkan sesuatu.”
“Apa itu, nak?” Tanya mereka serempak.
“Dia menawarkanku, untuk bergabung dengan band-nya.”
“Tolak itu, Hayley !”
“Kenapa, ma? Itu mimpiku!”
“Itu mimpimu, bukan mimpi mama. Mama menginginkan kamu menjadi anak perempuan yang normal, yang sewajarnya. Bukan menjadi…”
“Menjadi apa? penyanyi itu wajar kok, ma. Banyak perempuan diluar sana yang menjadi penyanyi.” “Mereka menjadi penyannyi solo, pop. Bukan rock, Hayley. Mama tidak mau kau jadi seperti itu.”
“Ini hidupku, ma! Ini pilihanku! Ini mimpiku! Mengertilah, ma. Sedikit saja.”
“Sudah! Cukup, jika kalian mempunyai mimpi, papa juga mempunyai mimpi.”
“Apa itu, pa? Papa bermimpi mempunyai istri baru?” tanyaku sambil melirik mama.
“Hahaha…Bukan, Hayley. Mimpi yang akan menjadi kenyataan."
“Jangan bilang jika kau mendukung keinginan anak kita, Joe.”
“Papa bermimpi, papa bisa melihat kamu bernyanyi diatas panggung yang megah dengan ribuan bahkan jutaan penonton. Dan papa akan berteriak kepada semua penonton, jika perempuan yang diatas panggung itu adalah anak papa.”
Suasana yang tegang tiba-tiba menjadi sangat hangat. Mereka semua terharu. Dan mereka tidak bisa menahan air mata.
Aku menghampiri papa dan aku memeluknya.
“Terimakasih, pa. Aku sayang papa.”
“Papa juga sayang kamu, Hayley. Kejar mimpimu, nak.”
“Pasti, pa. Itu pasti.”
Aku melihat mama, mama menangis dan aku memeluknya. Suasana seperti ini sangat jarang terjadi semenjak mereka bercerai.
“Ma, apakah kau mendukungku?”
“Nichole, ini keinginan anak kita. Anak kita satu-satunnya.”
“Aku tahu, Joe.”
“Ma, aku berjanji akan membuat mama bangga, aku tidak akan menjadi anak band yang nakal yang memakai narkoba atau yang lainnya. Aku berjanji.”
“Jika itu yang membuatmu bahagia, mama akan mendukungmu, tapi ingat dengan janjimu, nak.”
“Aku akan selalu mengingat dan aku tak akan mengingkari janji itu, ma. Terimakasih ma.”
“Ya, sama-sama, Hayley. Kejarlah mimpimu. Buat mama dan papa bangga.”
Papa dan mama mendukungku untuk bergabung dengan band. Meskipun awalnya berat, tapi mama bisa menerimanya.
Aku langsung menhubungi Josh dan memberitahu berita baik ini kepadanya dan teman-teman lainnya yang tergabung dalam band. Teman-teman senang mendengar berita ini dan itu memberi tanda jika mereka menerima kehadiranku dan membutuhkanku untuk menjadi seorang vocalist dalam band tersebut.
“Hai, Josh! Hahahahaha.”
“Hai, Hayley. Bagaimana keputusanmu? Mau bergabung?”
“Mmmmh, bagaimana yah?”
“Biar kutebak, kau menelponku dengan semangat. Dan itu adalah jawabannya, aku tahu kau akan bergabung, Hayley.”
“Yaaa! Mama dan papa setuju!”
“Thanks, Hayley. I love you.” Kata Josh sambil memutuskan teleponnya.
“Ha? Halo? Halo? Loha?”
Aku kesal dengan Josh, aku kira dia serius, ternyata cuma bercanda. Itulah Josh, dia pandai bercanda.
Mama dan papa menghampiriku dan langsung memelukku.
“Ada kabar yang lebih baik, Hayley.” “Apa itu, pa?”
“Papa dan mama sudah kembali seperti dulu.”
“Maksudnya, papa dan mama nyambung lagi?”
“Ya, Hayley. Hahaha.”
“Apa yang membuat kalian nyambung lagi?”
“Itu karena kamu, anak kami satu-satunya dan kekuatan cinta kita semua.”
Dan akhirnya keluarga kecil tersebut bersatu kembali, saling mengerti, saling memahami dan saling mencintai. Mereka percaya cinta adalah energi kehidupan karena itu cinta dapat mengatasi segala kesulitan yang mereka hadapi. Hayley telah meraih mimpinya dan membuat banyak orang bahagia. Dan tunggu apa lagi??? Kejar MIMPIMU!!!
Comments
(1)

SMA Xaverius 1 Jambi merupakan sekolah yang didirikan oleh yayasan beragama Katolik yaitu yayasan Xaverius di Palembang. Nama Xaverius itu sendiri diambil dari Santo Fransiskus Xaverius yang merupakan salah satu tokoh besar dalam agama Katolik yang menunjukkan kedisiplinan, kegigihan, kerja keras dan kebaikan.
Comments
(0)
Selamat datang kepada para xaverian!!!
Kami dari CIBAT yang membuat blog ini. Blog ini kami gunakan untuk interaksi dengan para Xaverian semuanya. Di blog ini kami akan menginformasikan banyak hal tentang sekolah kita tercinta SMA Xaverius 1 Jambi.
ini first post kami, mgkin posting brkutnya bakalan agak lama, karena kami skolah jg bung :D
okee,, see yaa
Comments
(0)